TOEIC mengukur kemampuan bahasa Inggris di lingkungan kerja (listening/reading), sedangkan TOEFL ITP mengukur kemampuan akademik (listening/structure/reading). Untuk BUMN/CPNS, TOEFL ITP lebih umum diterima karena standar administrasi mengacu pada skor ITP.
TOEFL ITP tetap menjadi standar utama seleksi BUMN/CPNS 2026, sementara TOEIC cocok untuk perusahaan swasta dan beberapa BUMN tertentu yang mensyaratkannya.
Apa Bedaan Format Ujian TOEIC dan TOEFL ITP?
TOEIC terdiri dari dua section: Listening (100 soal, 45 menit) dan Reading (100 soal, 75 menit). Total durasi 2 jam, skor rentang 10–990. Tidak ada bagian speaking/writing pada versi standar.
TOEFL ITP memiliki tiga section: Listening Comprehension (50 soal, 35 menit), Structure and Written Expression (40 soal, 25 menit), Reading Comprehension (50 soal, 55 menit). Total durasi ~2 jam, skor rentang 310–677.
Tabel Perbandingan Cepat TOEIC vs TOEFL ITP
| Aspek | TOEIC | TOEFL ITP |
|---|---|---|
| Fokus | Bahasa Inggris workplace | Bahasa Inggris akademik |
| Section | Listening, Reading | Listening, Structure, Reading |
| Jumlah Soal | 200 | 140 |
| Durasi | 120 menit | 115 menit |
| Rentang Skor | 10–990 | 310–677 |
| Biaya Resmi (perkiraan) | Rp 600.000–900.000 | Rp 400.000–700.000 |
| Penerimaan BUMN/CPNS | Terbatas, cek tiap instansi | Standar mayoritas instansi |
Berapa Skor TOEIC yang Setara TOEFL ITP 500/550?
Konversi tidak resmi tapi umum dipakai: TOEFL ITP 500 ≈ TOEIC 700–750; TOEFL ITP 550 ≈ TOEIC 850–900. BKN dan Bappenas tidak menerbitkan tabel konversi resmi, jadi selalu cek syarat instansi tujuan.
Mana yang Lebih Mudah Dikerjakan?
TOEIC cenderung lebih familiar bagi profesional karena topiknya seputar email, rapat, jadwal, dan koran bisnis. TOEFL ITP menuntut pemahaman tata bahasa formal (structure) dan teks akademik yang lebih abstrak.
Jika latar belakangmu teknik/ekonomi dan terbiasa bacaan bisnis, TOEIC terasa lebih "dekat". Jika kuat di grammar dan terbiasa membaca jurnal/artikel ilmiah, TOEFL ITP lebih menguntungkan.
Instansi Mana yang Menerima TOEIC?
Beberapa BUMN seperti Pertamina, PLN, dan Telkom pada jalur tertentu menerima TOEIC. CPNS via BKN umumnya hanya menerima TOEFL ITP/IBT resmi. Selalu unduh pengumuman resmi instansi sebelum bayar ujian.
Kapan Harus Pilih TOEFL ITP?
- Melamar CPNS/BKN
- Melamar BUMN yang mensyaratkan TOEFL ITP eksplisit
- Yudisium kampus (S1/S2/S3)
- Beasiswa LPDP (beberapa program)
Kapan Harus Pilih TOEIC?
- Melamar BUMN yang menerima TOEIC (cek pengumuman tiap tahun)
- Lamaran kerja swasta multinasional
- Syarat promosi jabatan internal perusahaan
- Butuh sertifikat cepat dengan jadwal tes fleksibel
Apakah Bisa Mengikuti Keduanya?
Bisa. Banyak kandidat mengerjakan TOEFL ITP dulu untuk kebutuhan administrasi CPNS/BUMN, lalu TOEIC untuk portofolio karir swasta. Biaya dan waktu jadi pertimbangan utama.
FAQ
Apakah skor TOEIC bisa dikonversi resmi ke TOEFL ITP untuk CPNS?
Tidak. BKN tidak mengakui konversi skor TOEIC ke TOEFL ITP. Kamu harus mengikuti TOEFL ITP/IBT yang diakui BKN.
TOEIC dan TOEFL ITP mana yang lebih murah?
TOEFL ITP cenderung lebih murah (Rp 400.000–700.000) dibanding TOEIC (Rp 600.000–900.000), tergantung penyedia tes dan kota.
Berapa lama berlaku sertifikat TOEIC dan TOEFL ITP?
Keduanya umumnya berlaku 2 tahun terhitung dari tanggal ujian, kecuali instansi menetapkan batas lain.
Apakah TOEIC Listening/Reading saja cukup untuk BUMN?
Hanya jika pengumuman instansi mencantumkan TOEIC Listening/Reading sebagai syarat. Baca ketentuan lengkap, jangan asal asumsi.
Di mana mendaftar TOEFL ITP resmi di Indonesia?
Via ETS-authorized test center seperti IIEF, LIA, atau bahasa center universitas negeri. Pastikan sertifikat keluar dengan logo ETS dan nomor registrasi valid.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bertanya!